Gempa Indonesia berdampak pada industri pariwisata

Beberapa hari setelah gempa bumi yang dahsyat mengguncang pulau resor Indonesia, Lombok, menewaskan lebih dari 130 orang dan membuat ribuan turis melarikan diri, strip pantainya berdiri kosong kosong, dengan toko-toko dan hotel-hotel tutup.

Setiap hotel yang masih buka menolak tamu karena masalah keamanan, sementara restoran dan toko selam di dekatnya kosong dalam apa yang biasanya merupakan salah satu bulan tersibuk mereka tahun ini, terhuyung-huyung akibat kehancuran pariwisata yang disebabkan oleh gempa.

“Itu pergi dari musim tinggi hanya beberapa hari yang lalu menjadi sama sekali tidak ada sekarang,” keluh Howard Singleton, yang memiliki sebuah restoran di tepi pantai di kota pantai barat Senggigi, diperkosa oleh pemandangan matahari terbenam yang mencolok dari sebuah gunung berapi di tetangga Bali.